Latest Products
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

4 Jenis alas kaki yang berdampak buruk bagi kesehatan


 4 Jenis alas kaki yang berdampak buruk bagi kesehatan

  
High heels sebagai model favorit sebagian besar perempuan selama ini sering disebut sebagai contoh alas kaki yang berbahaya bagi kesehatan. Namun selain itu, nyatanya ada beberapa jenis alas kaki lain yang juga memberikan efek serupa seperti high heels. Apa sajakah model tersebut?



Menurut Jacqueline Sutera, dokter ahli penyakit kaki, dan Neal Blitz, Chief of Foot Surgery and Associate Chairman of Orthopedics di Bronx-Lebanon Hospital, berikut 4 jenis alas kaki yang bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan :



1. Sepatu lari


Sepatu lari yang tak digunakan pada waktunya bisa memberikan efek tak sehat bagi tubuh. Sebagian besar sepatu lari memiliki banyak bantalan agar pelari merasa nyaman, namun nyatanya terlalu banyak bantalan bukanlah hal yang terbaik, apalagi jika digunakan tidak saat berlari.

Bila sepatu Anda memiliki banyak bantalan, maka Anda tidak mendapatkan refleks umpan balik kaki yang memungkinkan Anda untuk bisa merasakan tanah. Oleh sebab itu, penggunaan sepatu ini dianjurkan benar-benar hanya saat berlari, berjalan, dan jogging. Jangan gunakan sepatu ini untuk hiking, menari, dan bersepeda sebab akan menyebabkan cedera stres kronis, terutama pada tumit.



2. Sandal jepit


Kebanyakan sandal jepit yang ada saat ini memiliki bentuk yang terlalu datar, terlalu tipis, dan terlalu terbuka. Sandal jepit yang hanya didukung tali yang tipis dapat menyebabkan jari-jari kaki berkumpul dan bekerja ekstra agar sandal jepit tidak terlepas. Model sandal tersebut juga menyebabkan tubuh bagian atas harus ikut bekerja untuk mendukung saat berjalan, sehingga dapat melemahkan otot dari waktu ke waktu.



3. Stiletto


Pemakaian stiletto selama berjam-jam dapat ‘menggeser’ tumpuan berat badan Anda ke tumit, sehingga akan menimbulkan tekanan besar pada kaki. Terlalu lama menggunakan stiletto, dengan hak yang cukup tinggi, dapat menyebabkan keseleo pada pergelangan kaki, risiko patah tulang, dan neuroma (tumor saraf jinak).



4. Platform wedges


Alas kaki dengan model wedges memang terlihat lebih nyaman dibandingkan stiletto, namun pada dasarnya alas kaki jenis ini juga memiliki hak yang juga bisa menempatkan tekanan pada kaki. Penggunaan wedges terasa lebih nyaman karena biasanya ia memiliki lebih banyak bantalan dibandingkan dengan stiletto. Meskipun demikian, pemakaian yang terlalu lama juga bisa menimbulkan risiko serupa dengan pemakaian stiletto.

Mudah-mudahan sangat membantu bagi agan dan sistah semua :)

jangan lupa komentar nya ya ;)

 4 Jenis alas kaki yang berdampak buruk bagi kesehatan

  
High heels sebagai model favorit sebagian besar perempuan selama ini sering disebut sebagai contoh alas kaki yang berbahaya bagi kesehatan. Namun selain itu, nyatanya ada beberapa jenis alas kaki lain yang juga memberikan efek serupa seperti high heels. Apa sajakah model tersebut?



Menurut Jacqueline Sutera, dokter ahli penyakit kaki, dan Neal Blitz, Chief of Foot Surgery and Associate Chairman of Orthopedics di Bronx-Lebanon Hospital, berikut 4 jenis alas kaki yang bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan :



1. Sepatu lari


Sepatu lari yang tak digunakan pada waktunya bisa memberikan efek tak sehat bagi tubuh. Sebagian besar sepatu lari memiliki banyak bantalan agar pelari merasa nyaman, namun nyatanya terlalu banyak bantalan bukanlah hal yang terbaik, apalagi jika digunakan tidak saat berlari.

Bila sepatu Anda memiliki banyak bantalan, maka Anda tidak mendapatkan refleks umpan balik kaki yang memungkinkan Anda untuk bisa merasakan tanah. Oleh sebab itu, penggunaan sepatu ini dianjurkan benar-benar hanya saat berlari, berjalan, dan jogging. Jangan gunakan sepatu ini untuk hiking, menari, dan bersepeda sebab akan menyebabkan cedera stres kronis, terutama pada tumit.



2. Sandal jepit


Kebanyakan sandal jepit yang ada saat ini memiliki bentuk yang terlalu datar, terlalu tipis, dan terlalu terbuka. Sandal jepit yang hanya didukung tali yang tipis dapat menyebabkan jari-jari kaki berkumpul dan bekerja ekstra agar sandal jepit tidak terlepas. Model sandal tersebut juga menyebabkan tubuh bagian atas harus ikut bekerja untuk mendukung saat berjalan, sehingga dapat melemahkan otot dari waktu ke waktu.



3. Stiletto


Pemakaian stiletto selama berjam-jam dapat ‘menggeser’ tumpuan berat badan Anda ke tumit, sehingga akan menimbulkan tekanan besar pada kaki. Terlalu lama menggunakan stiletto, dengan hak yang cukup tinggi, dapat menyebabkan keseleo pada pergelangan kaki, risiko patah tulang, dan neuroma (tumor saraf jinak).



4. Platform wedges


Alas kaki dengan model wedges memang terlihat lebih nyaman dibandingkan stiletto, namun pada dasarnya alas kaki jenis ini juga memiliki hak yang juga bisa menempatkan tekanan pada kaki. Penggunaan wedges terasa lebih nyaman karena biasanya ia memiliki lebih banyak bantalan dibandingkan dengan stiletto. Meskipun demikian, pemakaian yang terlalu lama juga bisa menimbulkan risiko serupa dengan pemakaian stiletto.

Mudah-mudahan sangat membantu bagi agan dan sistah semua :)

jangan lupa komentar nya ya ;)
Detail

Manfaat Berjalan Tanpa Alas kaki untuk Kesehatan

Manfaat Berjalan Tanpa Alas kaki untuk Kesehatan


Sandal dan sepatu merupakan aksesori yang selalu dipakai orang banyak untuk menjalani aktivitasnya. Sepatu atau sandal akan dipakainya ketika ingin pergi bekerja, pergi ke mal, ataupun berolahraga. Memakai sepatu atau sandal untuk menjalankan aktivitas memang perlu dilakukan, tapi Anda bisa melepasnya pada saat sedang berolahraga ataupun bersantai.

Saat sedang berolahraga, tak ada salahnya untuk melepaskan aksesori tersebut sehingga Anda bisa berjalan santai atau berlari tanpa memakai alas kaki. Mungkin Anda pernah melihat sejumlah orang melakukan hal tersebut sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan.

Sebenarnya, berolahraga seperti berjalan santai tanpa memakai alas kaki itu bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat kesehatannya? Dilansir dari beberapa sumber, berikut manfaat berjalan tanpa alas kaki bagi kesehatan:


1. Meredakan stres

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berjalan tanpa alas kaki di rumput bisa membantu mengurangi kecemasan depresi sebesar 62%. Berjalan tanpa memakai sepatu atau sandal meningkatkan kadar endorfin sehingga memunculkan perasaan bahagia.


2. Menyehatkan jiwa

Berjalan tanpa alas kaki bisa membuat Anda jadi lebih dekat dengan alam di sekelilingnya. Anda jadi lebih mudah merasakan hangatnya sinar matahari atau desiran angin di pepohonan. Merasakan hal tersebut tentunya bisa menyehatkan jiwa dan raga Anda.


3. Mencerahkan pikiran

Saat berjalan tanpa alas kaki tingkat kewaspadaan Anda spontan akan meningkat. Misalnya, Anda jadi lebih berhati-hati menapakkan kaki agar tidak tertusuk duru atau benda tajam lainnya. Tanpa sadar hal tersebut akan membuat pikiran lebih cerah dan merangsang pikiran menjadi lebih baik.


4. Detoksifikasi



Bumi atau pijakan alam memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam detoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, sinkronisasi siklus hormon, irama fisiologis, dan efek menenangkan. Untuk itu, jangan ragu lagi untuk melepaskan alas kaki saat berada di patai atau bebatuan.

5. Meredakan gejala penyakit
Kaki memiliki sejumlah titik refleks yang terubung ke hampir semua organ tubuh. Benjolan kecil, bebatuan, atau permukaan kasar yang terinjak akan terangsang titik refleks di kaki. Meski pada awalnya terasa sakit, namun memiliki efek positif yaitu meredakan gejala penyakit.

6. Tidur menjadi berkualitas
Sejumlah pakar kesehatan ada yang mempercayai bahwa berjalan tanpa alas kaki di rerumputan bisa menjadi obat terbaik untuk mengatasi insomnia. Bagi Anda yang mengalami kesulitan tidur, tak ada salahnya untuk lebih sering berolahraga tanpa memakai alas kaki.

7. Mengaktifkan kerja otot tertentu
Berjalan tanpa alas kaki meregangkan sekaligus memperkuat otot tendon, ligamen dalam, pergelangan kaki, dan betis. Hal tersebut bisa membantu mencegah cedera, ketegangan lutut, dan masalah punggung. Selain itu, berjalan tanpa alas kaki juga bisa megaktifkan kerja otot tertentu yang membantu menjaga postur tubuh dan keseimbangan tubuh.
Itulah manfaat yang bisa Anda dapatkan jika berjalan kaki tanpa memakai alas kaki. Apakah saat ini Anda akan berjalan atau berolahraga tanpa memakai alas kaki?
  selamat mencoba :)

sumber :  ciricara.com

jangan lupa kasih komentarnya ya agan sistah ;)

Manfaat Berjalan Tanpa Alas kaki untuk Kesehatan


Sandal dan sepatu merupakan aksesori yang selalu dipakai orang banyak untuk menjalani aktivitasnya. Sepatu atau sandal akan dipakainya ketika ingin pergi bekerja, pergi ke mal, ataupun berolahraga. Memakai sepatu atau sandal untuk menjalankan aktivitas memang perlu dilakukan, tapi Anda bisa melepasnya pada saat sedang berolahraga ataupun bersantai.

Saat sedang berolahraga, tak ada salahnya untuk melepaskan aksesori tersebut sehingga Anda bisa berjalan santai atau berlari tanpa memakai alas kaki. Mungkin Anda pernah melihat sejumlah orang melakukan hal tersebut sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan.

Sebenarnya, berolahraga seperti berjalan santai tanpa memakai alas kaki itu bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat kesehatannya? Dilansir dari beberapa sumber, berikut manfaat berjalan tanpa alas kaki bagi kesehatan:


1. Meredakan stres

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berjalan tanpa alas kaki di rumput bisa membantu mengurangi kecemasan depresi sebesar 62%. Berjalan tanpa memakai sepatu atau sandal meningkatkan kadar endorfin sehingga memunculkan perasaan bahagia.


2. Menyehatkan jiwa

Berjalan tanpa alas kaki bisa membuat Anda jadi lebih dekat dengan alam di sekelilingnya. Anda jadi lebih mudah merasakan hangatnya sinar matahari atau desiran angin di pepohonan. Merasakan hal tersebut tentunya bisa menyehatkan jiwa dan raga Anda.


3. Mencerahkan pikiran

Saat berjalan tanpa alas kaki tingkat kewaspadaan Anda spontan akan meningkat. Misalnya, Anda jadi lebih berhati-hati menapakkan kaki agar tidak tertusuk duru atau benda tajam lainnya. Tanpa sadar hal tersebut akan membuat pikiran lebih cerah dan merangsang pikiran menjadi lebih baik.


4. Detoksifikasi



Bumi atau pijakan alam memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam detoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, sinkronisasi siklus hormon, irama fisiologis, dan efek menenangkan. Untuk itu, jangan ragu lagi untuk melepaskan alas kaki saat berada di patai atau bebatuan.

5. Meredakan gejala penyakit
Kaki memiliki sejumlah titik refleks yang terubung ke hampir semua organ tubuh. Benjolan kecil, bebatuan, atau permukaan kasar yang terinjak akan terangsang titik refleks di kaki. Meski pada awalnya terasa sakit, namun memiliki efek positif yaitu meredakan gejala penyakit.

6. Tidur menjadi berkualitas
Sejumlah pakar kesehatan ada yang mempercayai bahwa berjalan tanpa alas kaki di rerumputan bisa menjadi obat terbaik untuk mengatasi insomnia. Bagi Anda yang mengalami kesulitan tidur, tak ada salahnya untuk lebih sering berolahraga tanpa memakai alas kaki.

7. Mengaktifkan kerja otot tertentu
Berjalan tanpa alas kaki meregangkan sekaligus memperkuat otot tendon, ligamen dalam, pergelangan kaki, dan betis. Hal tersebut bisa membantu mencegah cedera, ketegangan lutut, dan masalah punggung. Selain itu, berjalan tanpa alas kaki juga bisa megaktifkan kerja otot tertentu yang membantu menjaga postur tubuh dan keseimbangan tubuh.
Itulah manfaat yang bisa Anda dapatkan jika berjalan kaki tanpa memakai alas kaki. Apakah saat ini Anda akan berjalan atau berolahraga tanpa memakai alas kaki?
  selamat mencoba :)

sumber :  ciricara.com

jangan lupa kasih komentarnya ya agan sistah ;)
Detail

Sandal Termahal di dunia

Sandal Termahal di Dunia

INILAH.COM, Los Angeles – Normalnya, harga sandal jepit biasa tak sampai Rp20 ribu. Namun, sandal jepit yang satu ini pasti amat istimewa. Sebab, harganya mencapai Rp150 juta. Wow!

Lalu, apa yang membuatnya spesial hingga harganya mencapai US$18.000 atau sekitar Rp153,4 juta? Sandal keluaran Chipkos ini, dilansir Mail Online, merupakan buah karya seniman Los Angeles, David Palmer.

Lukisan tangan bergaya abstrak dari Palmer menghiasi bagian bawah sandal tersebut. Harganya begitu mahal, karena jika anda membelinya maka akan memberi sumbangan untuk menyelamatkan hutan hujan.

Dengan membeli sepasang, anda menyelamatkan 100 ribu kaki persegi hutan hujan yang dimaksud. Bahan sandal pantai itu dari rafia, karet yang bisa didaur ulang. Palmer juga memberi kenang-kenangan lain bagi pembeli.

Yakni wadah untuk memamerkan sandal tersebut dari kayu mahogani dan kaca, sertifikat keaslian dan tas eco-friendly dari Chipkos. Selain bertemu langsung dengan Palmer, pembeli beruntung ini akan diinapkan dua malam di Montage Hotel, Beverly Hills.

Jadi, sandal yang sebenarnya biasa-biasa saja itu ada untuk tujuan amal.

(Sumber: webinilah.com)



Sandal Termahal di Dunia

INILAH.COM, Los Angeles – Normalnya, harga sandal jepit biasa tak sampai Rp20 ribu. Namun, sandal jepit yang satu ini pasti amat istimewa. Sebab, harganya mencapai Rp150 juta. Wow!

Lalu, apa yang membuatnya spesial hingga harganya mencapai US$18.000 atau sekitar Rp153,4 juta? Sandal keluaran Chipkos ini, dilansir Mail Online, merupakan buah karya seniman Los Angeles, David Palmer.

Lukisan tangan bergaya abstrak dari Palmer menghiasi bagian bawah sandal tersebut. Harganya begitu mahal, karena jika anda membelinya maka akan memberi sumbangan untuk menyelamatkan hutan hujan.

Dengan membeli sepasang, anda menyelamatkan 100 ribu kaki persegi hutan hujan yang dimaksud. Bahan sandal pantai itu dari rafia, karet yang bisa didaur ulang. Palmer juga memberi kenang-kenangan lain bagi pembeli.

Yakni wadah untuk memamerkan sandal tersebut dari kayu mahogani dan kaca, sertifikat keaslian dan tas eco-friendly dari Chipkos. Selain bertemu langsung dengan Palmer, pembeli beruntung ini akan diinapkan dua malam di Montage Hotel, Beverly Hills.

Jadi, sandal yang sebenarnya biasa-biasa saja itu ada untuk tujuan amal.

(Sumber: webinilah.com)



Detail

Sejarah sandal jepit

Sejarah Sandal Jepit


     Sandal jepit atau sandal Jepang adalah sandal berwarna-warni dari karet atau karet sintetis. Tali sandal berbentuk huruf  “v” menghubungkan bagian depan dan bagian belakang sandal. Bagian bawah sandal umumnya rata (tidak memiliki hak), sedangkan bagian atas sandal tidak memiliki penutup.

     Sandal jepit dipakai dengan meletakkan poros bagian depan tali sandal di antara ibu jari dan telunjuk kaki, sehingga tidak terlepas sewaktu dipakai berjalan. Selain dipakai di dalam ruang atau kamar mandi, sandal jepit digunakan di luar rumah pada kesempatan tidak resmi, dan kegiatan rekreasi seperti di pantai atau kolam renang.

     Sandal jepit juga disebut sandal swallow. Nama tersebut berasal dari salah satu merek sandal jepit. Havaianas adalah merek sandal jepit eksklusif dari Brazil. Perusahaan ini memulainya pada tahun 1962 dengan memproduksi sandal mirip zōri, namun dibuat dari karet.

     Sandal adalah alas kaki yang mungkin sudah dikenal manusia sejak zaman Mesir Kuno. Di zaman kuno, orang India, Assyria, Romawi, Yunani, dan Jepang juga mengenakan sandal. Sandal jepit di Amerika Serikat disebut flip-flops, thongs, atau beach sandal. Seusai Perang Dunia II, prajurit Amerika Serikat pulang ke AS dengan membawa oleh-oleh sandal dari Jepang. Semasa perang, prajurit Jepang juga membuat sandal dari ban bekas.

Sumber : wikipedia org

Sejarah Sandal Jepit


     Sandal jepit atau sandal Jepang adalah sandal berwarna-warni dari karet atau karet sintetis. Tali sandal berbentuk huruf  “v” menghubungkan bagian depan dan bagian belakang sandal. Bagian bawah sandal umumnya rata (tidak memiliki hak), sedangkan bagian atas sandal tidak memiliki penutup.

     Sandal jepit dipakai dengan meletakkan poros bagian depan tali sandal di antara ibu jari dan telunjuk kaki, sehingga tidak terlepas sewaktu dipakai berjalan. Selain dipakai di dalam ruang atau kamar mandi, sandal jepit digunakan di luar rumah pada kesempatan tidak resmi, dan kegiatan rekreasi seperti di pantai atau kolam renang.

     Sandal jepit juga disebut sandal swallow. Nama tersebut berasal dari salah satu merek sandal jepit. Havaianas adalah merek sandal jepit eksklusif dari Brazil. Perusahaan ini memulainya pada tahun 1962 dengan memproduksi sandal mirip zōri, namun dibuat dari karet.

     Sandal adalah alas kaki yang mungkin sudah dikenal manusia sejak zaman Mesir Kuno. Di zaman kuno, orang India, Assyria, Romawi, Yunani, dan Jepang juga mengenakan sandal. Sandal jepit di Amerika Serikat disebut flip-flops, thongs, atau beach sandal. Seusai Perang Dunia II, prajurit Amerika Serikat pulang ke AS dengan membawa oleh-oleh sandal dari Jepang. Semasa perang, prajurit Jepang juga membuat sandal dari ban bekas.

Sumber : wikipedia org

Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INDONESIAN PRODUCT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger